Bentuk Percabangan IF dan Switch Case di Java

By | Maret 18, 2020

Hallo sahabat prgorammer kembali lagi kali ini saya membahas bentuk percabangan pada java. dimana setidaknya ada 3 bentuk percabangan yang perlu kalian pelajari dan kuasai sebagai programmer pemula hal ini akan membantu kalian untuk memahami konsep percabangan pada bahasa pemrograman Java disertai dengan contoh program java sederhana.

Percabangan IF

Percabangan IF merupakan bentuk percabangan yang paling sederhana. Dimana hanya terdapat sebuah kondisi pada pemilihan IF. Bentuk umumnya:

if (kondisi){
    pernyataan1;
    pernyataan2;
}

Pernyataan 1 dan pernyataan 2 akan dijalankan/di eksekusi ketika kondisi bernilai benar (true). Sementara ketika kondisi bernilai salah (false) kedua pernyataan tersebut tidak dijalankan oleh program.

Contoh:

public class Percabangan {
    public static void main(String[] args) {
        int bil=0;
        if (bil==0){
            System.out.println("Bilangan Nol");
        } 
    }  
}

Pada program diatas kita membuat sebuah class dengan nama Percabangan. Class adalah suatu ‘blue print’ untuk menciptakann instatnce dari suatu object. Program dibuat pada fungsi utama main(), dimana kita inisilisasi variabel bil menggunakan tipe data integer dengan nilai 0.

Kemudian terdapat percabangan IF dengan kondisi bil==0 ? jika kondisi tersebut benar (true) maka pernyatataan untuk mencetak output ‘Bilangan Nol’ akan di eksekusi. Sementara jika kondisi salah (false) program tidak mengerjakan perintah apapun.

Percabangan IF ELSE

Pada bentuk percabangan IF yang kedua terdapat bagian ELSE dimana jika kondisi tidak terpenuhi maka pernyataan pada bagian ELSE yang akan dikerjakan. Perhatikan bentuk umumnya:

if (kondisi){
    pernyataan1;
    pernyataan2;
}else {
    alternatif_pernyataan1;
    alternatif_pernyataan2;
}

alternatif_pernyataan1 dan alternatif_pernyataan2 pada bagian ELSE akan dijalankan ketika kondisi bernilai salah (false).

Contoh:

public class Percabangan {
    public static void main(String[] args) {
        int bil=1;
        if (bil==0){
            System.out.println("Bilangan Nol");
        }else {
            System.out.println("Bilangan Bukan Nol");
        }     
    }  
}

Program diatas terdapat variabel bil dengan nilai 1. Kemudian ada percabangan IF dengan kondisi apakah nilai bil adalah 0 ? Jika benar maka tampilkan kalimat ‘Bilangan Nol‘ namun jika salah tampilkan ‘Bilangan bukan nol’. Dari contoh ini dapat kita lihat dengan sederhana bahwa nilai bil adalah 1 dan bukan 0 sehingga kondisi bernilai salah (false) maka pernyataan yang di eksekusi adalah pada bagian ELSE yaitu menampilkan kalimat ‘Bilangan bukan nol‘.

Percabangan IF ELSE IF

Bentuk ke-3 dari percabangan IF adalah IF ELSE IF dimana jika pada bentuk pertama dan ke-2 hanya memiliki satu kondisi pada bentuk yang ketiga percabangan memiliki lebih dari satu kondisi. Bentuk Umumnya:

if (kondisi1){
    pernyataan1;
    pernyataan2;
}else if (kondisi2) {
    pernyataan3;
    pernyataan4;
}else if (kondisi3){
    pernyataan5;
    pernyataan6;
}else {
    alternatif_pernyataan;
}

Dapat kita lihat dari bentuk percabangan diatas, memiliki 3 kondisi. Program akan membaca kondisi dari atas ke bawah secara sekuensial, dimana kondisi 1 akan di cek apakah bernilai benar (true) ? jika Iya maka pernyataan 1 dan pernyataan 2 yang akan dijalankan. Jika kondisi salah maka akan di cek pada kondisi yang kedua begitu seterusnya, hingga pada kondisi ketiga jika semua kondisi bernilai salah (false) maka program akan mengeksekusi pernyataan alternatif pada bagian ELSE.

Contoh:

package percabangan;
import java.util.Scanner;

public class Percabangan {

    public static void main(String args[]) {
        Scanner masuk=new Scanner(System.in);
        int nilai;
        System.out.print("Masukkan Nilai : ");
        nilai=masuk.nextInt();
        
        if (nilai>=90){
            System.out.println("Sangat Baik"); 
        }else if (nilai>=80){
             System.out.println("Baik"); 
        }else if (nilai>=70){
             System.out.println("Cukup"); 
        }else if (nilai>=60){
             System.out.println("Kurang"); 
        }else {
            System.out.println("Belajar Lagi Ya"); 
        }    
    }
}

Pada program diatas kita membuat program percabangan If dengan beberapa kondisi pernyataan akan di eksekusi hanya jika kondisi terpenuhi, Program tersebut saya membuat variabel nilai kemudian pengguna akan input nilai dan ditampung pada variabel nilai.

Kondisi akan dicek pertama kali adalah kondisi yang paling diatas, apakah nilai yang dimasukan lebih dari 90 ? Jika iya maka output yang dihasilkan adalah ‘sangat baik‘ jika kondisi tersebut tidak terpenuhi program akan lanjut ke kondisi berikutnya sampai kondisi bernilai true maka pernyataan pada kondisi tersebut yang akan dijalankan.

Sebagai contoh saya memasukan nilai 85 maka program akan mengecek pada kondisi pertama bernilai salah (false) karena 85 tidak lebih besar dari 90. Program akan berpindah pada kondisi kedua apakah 85 lebih besar dari atau sama dengan 80 jawabannya Iya (bernilai benar) maka pernyataan pada kondisi tersebutlah yang akan dijalankan, sehingga program akan menampilkan output baik‘.

percabangan IF ELSE IF pada java

Pemilihan Switch Case

Struktur pemilihan switch case sebetulnya hampir sama dengan percabangan IF ELSE dimana jika di percabangan IF terdapat beberapa kondisi, pada pemilihan switch akan ada beberapa case yang dapat kita buat, jika nilai yang menjadi nilai pembanding sama dengan case yang ada atau kata lainnya jika suatu case pada pemilihan switch bernilai true maka pernyataan pada case tersebut yang akan dieksekusi. Bentuk umum:

switch (ekspresi){
case nilai:
           pernyataan1;
           break;
case nilai:
           pernyataan2;
           break;
case nilai:
           pernyataan3;
           break;
default :
           pernyataan_default;
}

Pada percabangan switch harus ada nilai ekspresi yang nantinya akan dibandingkan dengan setiap case nilai expresi berupa bilangan bulat atau karakter. Jika terdapat case yang sama dengan nilai expresi (bernilai true) maka pernyataan pada case tersebut akan dieksekusi. Diakhir sebuah case selalu ada kata kunci break sebagai tanda bahwa berakhirnya eksekusi pernyatan pada case tersebut.

Contoh Program:

package percabangan;
import java.util.Scanner;

public class Percabangan {

    public static void main(String args[]) {
        Scanner masuk=new Scanner(System.in);
        int pil;
        System.out.print("Masukkan Pilihan Jurusan : ");
        pil=masuk.nextInt();
        switch(pil) {
          case 1: 
                 System.out.println("Manajemen Informatika");
                 break;
          case 2: 
                 System.out.println("Teknik Komputer");
                 break;
          case 3: 
                 System.out.println("Komputerisasi Akuntansi");
                 break;
          case 4: 
                 System.out.println("Teknik Informatika");
                 break;
 	  case 5: 
                 System.out.println("Sistem Informasi");
                 break;
          default: 
                 System.out.println("Pilihan Salah!!!");
        }
    }
}

Program diatas tentang pemilihan jurusan dimana kita akan menggunakan class scanner agar memungkinkan pengguna dapat menginput nilai saat program dijalankan. Nilai yang dimasukan oleh pengguna akan disimpan pada variabel pil, kemudian nilai pil akan dibandingkan dengan setiap case yang ada pada struktur switch, jika ada salah satu case yang sama (bernilai true) maka pernyataan pada case tersebutlah yang dieksekusi.

Sebagai contoh jika pilihan yang saya masukan adalah 2 maka pernyataan pada case ke 2 yang akan dieksekusi dengan menampilkan kata ‘Teknik Komputer‘.

Contoh Hasil Output:

Percabangan Switch Case Java

Kesimpulan

Kali ini kita sudah belajar bentuk percabangan pada java. kalian tentu bisa menentukan jenis percabangan apa yang akan kalian gunakan berdasarkan kebutuhan program yang dibuat, namun sebaiknya kalian ikuti arahan ini bahwa percabangan If digunakan untuk membuat keputusan berdasarkan rentang nilai tertentu, sedangkan switch berdasarkan nilai konstanta yang bersifat unik yang bertipe integer (bilangan bulat) atau suatu nilai dengan tipe karakter.